Kamis, 25 Oktober 2012

Kalimat Efektif



Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
SYARAT KALIMAT EFEKTIF :
a. Bentukan kata harus sesuai EYD
b. Struktur kalimat tepat
c. Kesejajaran
d. Kontaminasi
e. Pleonasme
f. Menggunakan kata baku
g. Kelogisan
h. Selalu menggunakan EYD

A. Bentukan kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat.
Contoh:
1. Anak-anak melempari batu ke dalam sungai.
2. Guru menugaskan siswanya membuat karangan.
Kalimat-kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata berimbuhan yang tidak tepat. Akhiran –i pada kata melempari pada kalimat 1 membutuhkan objek yang bergerak, sedangkan akhiran –kan pada kata menugaskan membutuhkan objek yang diam.
Perbaikannya :
1. Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai.
2. Guru menugasi siswanya membuat karangan.

B. Struktur kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas.
Contoh:
1. Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat.
2. Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya. Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi di. Sementara pada kalimat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka.
Perbaikannya :
1. a. Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
b. Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat
2. Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran.
C. Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakandalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja. Dan seterusnya.
Contoh:
1. Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2. Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya :
1. Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2. Kagiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah. D. Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh:
1. Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita.
2. Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita.
3. Buku itu sudah dibaca oleh saya.
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata dipelajarkan dan mengeyampingkan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya:
1. Di yayasan itu diajarkan berbagai keterampilan wanita.
2. Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita.
3. Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita.
4. Buku itu sudah saya baca.
C. Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Contoh:
1. Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya telah pulih kembali.
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan. Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja, sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula.
Perbaikannya :
1. Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh.
2. Kesehatannya telah pulih.

Minggu, 21 Oktober 2012

Kalimat

    Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

Unsur-Unsur Kalimat

  1.Subyek (S)
Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
Contoh :  
  • Kirman adalah seorang petani dan peternak. 
  • Arsenal adalah tim sepakbola favoritku.
  2.Predikat (P)
Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS). Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Contoh :
  • Babamie menyanyi dengan merdu.
  • Mikel memasak mie goreng.
  • Santi membaca majalah.
  3.Objek (O)

Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
Biasanya terletak di belakang predikat.
Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
Ada dua macam objek, yaitu :
Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.

Makna objek penderita :

1. Penderita

Contoh : Ryan mencoret-coret tembok.

2. Penerima

Contoh : Nino memakai baju arsenal.

3. Tempat

Contoh : Arsenal datang ke Indonesia.

4. Alat

Contoh : Obi mengoper bola ke ronaldo.

5. Hasil

Contoh : Eksa mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.

Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.

Makna objek penyerta :

1. Penderita.

Contoh : Theo memberikan hadiah ke thomas.

2. Hasil.

Contoh : Vito membelikan orangtuanya rumah.

  4. Keterangan (K)

Hubungannya dengan predikat renggang.Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
Terdiri dari beberapa jenis :
  • Keterangan Tempat
Arsenal akan bertanding di Singapore.
  • Keterangan Alat
Dengan bola itu Mikel bermain bola.
  • Keterangan Waktu
Ozil akan kembali ke Jerman pukul 11 malam.
  • Keterangan Tujuan
Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
  • Keterangan Cara
Mereka memperhatikan pengarahan dengan seksama.
  • Keterangan Penyerta
Lucas pergi bersama cazorla.
  • Keterangan Similatif
Wenger memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
  • Keterangan Sebab
Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.

  5. Pelengkap (Pel.) 

Terletak di belakang predikat.Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
Contoh :
  • Jack memberikanku sepatu bola terbaru.
  • Olivier menghadiahkan orangtuanya mobil baru.
  • Mahkota itu bertahtakan mutiara.
Macam-Macam Pola Kalimat
  • S-P
Cahyo makan.
  • S-P-O
Ariel makan bakso.
  • S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.

  • S-P-K
Ibnu sholat di musholah.

  • S-P-O-Pel
Rachmat menamai anjingnya heli.

  • S-P-O-Pel-K
Setiap hari Esa memberi teman-tamannya rokok.

  • S-P-O-K
Orang indonesia makan nasi tiap hari.

  • S-P-Pel-K.
Semua pendukung sedih melihat tim nya mengalami kekalahan.

Daftar Pustaka
  • http://bagas.wordpress.com/2007/10/25/struktur-kalimat-bahasa-indonesia/ 
  • http://eziekim.wordpress.com/2010/10/12/unsur-dan-pola-kalimat-dasar-bahasa-indonesia/ 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat